Cerita Seorang Gadis Kecil : Catatan Kecilku.


Cerita tentang masa kecil tentu banyak hal-hal lucu yang mungkin membuat geli jika diceritakan sekarang. Katanya, menjadi anak-anak kembali adalah keinginan setiap orang dewasa. Jika ditanya “kemana kamu akan pergi jika diberi kesempatan untuk melakukan time travel?”, kebanyakan dari mereka akan menjawab ke masa lalu, masa kecilnya. Disaat mereka belum memikirkan banyak permasalahan hidup dan bertanggungjawab atas hidup orang lain. Mereka ingin kembali ke masa dimana moment paling bahagia dalam hidupnya dan mengharap itu bisa terjadi lagi dimasa sekarang. Hal-hal yang paling dirindukan adalah alasan seseorang ingin kembali kesana.
Tapi , bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki sepotong kebahagiaan di masa lalunya? Apakah mereka akan memesan tiket ke masa depan?.
Ternyata tidak juga, mereka tetap memilih tiket ke masa lalu. Sudah pasti mereka ingin bertemu dengan dirinya di masa kecil dan berkata “ hey anak kecil, ternyata kamu hebat juga. Bertahanlah, kamu bisa melaluinya. Lihatlah, Aku adalah dirimu di masa depan. Bukankah aku terlihat baik-baik saja?”
Masa lalu adalah sebuah kepastian yang terjadi,sedangkan masa depan adalah sesuatu yang abu-abu.Itulah kiranya mengapa orang-orang ingin kembali ke masa lalu-nya. Hanya sekedar untuk menyapa atau mengulang kembali kenangan lama. Beberapa dari kita mungkin tidak ingin kembali kesana, karena terlalu banyak luka.
Tapi, tanpa kita sadari luka itulah yang membentuk kita saat ini. Berterimakasihlah pada luka yang telah memberikan pelajaran hidup paling berharga. Berterimkasihlah pada diri sendiri karena telah berani merawat dan menyembuhkan luka. Menahan dan menerima rasa sakit dan perih selama bertahun-tahun bukanlah usaha yang mudah. Berikan apresiasi pada diri sendiri.
Tentang masa kecilku, sebelumnya aku akan mengucapkan banyak terimakasih untuk diriku sendiri yang telah bertahan selama 22 tahun. Tidak banyak hal yang bisa aku lakukan semasa kecil, dan sekarang waktunya untuk menebus semuanya.
Gadis kecil 22 tahun yang lalu, ia dilahirkan dalam kondisi keluarga yang cukup saat itu. Dia memiliki dua orang kakak, laki-laki dan perempuan. Saat umurnya genap satu tahun 11 hari, ia memiliki seorang adik laki-laki. Ia bahkan masih belum bisa mengurus dirinya sendiri, tapi dia sudah memiliki seorang adik. Dia tidak tumbuh menjadi seorang kakak, dia tidak pernah merasa memiliki adik. Dia hanya merasa memiliki seorang teman bermain di rumah.
Gadis kecil itu memiliki ingatan yang tajam, dia selalu mengingat moment-moment penting dalam hidupnya. Bahkan, dia masih mengingat saat dirinya diminta tinggal dengan orang lain. Saat itu, ia bahkan belum genap berusia 4 tahun. Dia mengingatnya, bahkan sampai sekarang. Meskipun, gadis itu dijemput lagi oleh orang tuanya. Tapi, ingatan itu tidak bisa hilang dari kepalanya. Bahkan, setelah itu dia menjadi bahan candaan saudara-saudaranya. Jika diingat-ingat lagi, bodoh sekali dia bisa mempercayai candaan itu (hahaha)”anak temon”. Bagaimana tidak, dia memiliki fisik yang berbeda dari saudara-saudaranya semasa kecil.
Gadis kecil itu tumbuh dalam bayang-bayang “aku anak siapa?”,”Benarkah ini orang tuaku?”. Untuk kalian yang kelak menjadi orang tua, pikirkan baik-baik ucapan dan perbuatan kalian sebelum melakukannya. Seorang anak akan mengingat dan merekam semua kejadian disekitarnya. Jadi, berikanlah ingatan yang indah agar dia tidak mengutuk masa kecilnya saat dewasa nanti.
-   Bersambung...

Komentar