Berdamai atau Berdampingan dengan Masa lalu ?

Bercerita tentang masa lalu, setiap dari kita pasti memiliki ceritanya masing-masing. Ada yang memilih untuk memendamnya dalam-dalam , adapula yang memilih untuk hidup berdampingan dengan masa lalunya dengan dalih berdamai. Kenyataannya, tidak ada seorangpun yang benar-benar bisa berdamai dengan masa lalunya. Terlebih jika masa lalu itu penuh dengan luka yang menganga. Bagaimana seseorang bisa berdamai dengan masa lalunya , jika bahagia saja tidak pernah ia dapatkan dari sana?

Perihal luka, tidak ada luka yang tidak ada obatnya. Yang membuatnya berbeda adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan luka itu untuk sembuh. Meski tidak bisa pulih seperti semula, setidaknya tidak ada lagi rasa sakit. Dalam hidup manusia, sakit tidak bisa dilarang untuk datang. Dia seperti malaikat pencabut nyawa yang sudah pasti kedatangannya, kapan saja dan dimana saja. Luka juga menjadi salah satu sebab seseorang menemui malaikat pencabut nyawa. Lihatlah, sudah berapa banyak orang yang putus asa akan lukanya. Apakah itu salah? tidak. Menurutku, setiap orang memiliki caranya sendiri untuk menyembuhkan lukanya. Ada yang pergi ke dokter, dukun, teman, keluarga atau bahkan malaikat pencabut nyawa.

Namun, bukan itu yang ingin aku ceritakan disini. Blog ini aku tulis sebagai salah satu cara untuk menyembuhkan lukaku. Disini akan ada sebuah cerita singkat tentang kisahku bersama luka dan bagaimana aku menjalani kehidupanku bersama luka-luka ku. Semoga kalian dapat memahami pesan dalam kata yang akan aku  rangkai ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Seorang Gadis Kecil : Catatan Kecilku.